Sabtu, 10 April 2010

Lingkungan kotor, banyak penyakit

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok kita sehari-hari serta untuk berteduh apabila terjadi panas dan hujan, sebagai tempat berlindung kita. Rumah juga dapat menimbulkan beberapa risiko penyakit termasuk bahaya radiasi dan pencemaran udara apabila setiap harinya tidak bersih. Agar penghuni rumah terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, maka diperlukan kondisi kualitas kesehatan lingkungan rumah yang baik.

Untuk mewujudkan lingkungan perumahan yang sehat harus memperhatikan lokasi, kualitas tanah dan air tanah, kualitas udara ambien, kebisingan, getaran dan radiasi, sarana dan prasarana lingkungan (saluran air, pembuangan sampah, jalan, tempat bermain, dan sebagainya), binatang penular penyakit (vektor), dan penghijauan.

Bila lingkungan perumahan tidak diperhatikan, maka dapat memudahkan terjadinya penularan dan penyebaran penyakit, seperti diare, cacingan, ISPA, TBC, demam berdarah, malaria, typhus, leptospirosis, dan dapat menyebabkan kecelakaan seperti kebakaran, tertusuk paku atau kaca, terpeleset, terantuk, dan sebagainya.

Supaya lingkungan rumah kita tidak merupakan sumber penularan penyakit maka diperlukan partisipasi kita semua untuk turut memelihara serta menjaga lingkungan dan rumah supaya tetap bersih dan sehat sehingga menjadi tempat penghunian yang aman dan nyaman.

Istilah-istilah dalam lingkungan :

a. Rumah adalah bangunan sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga.

b. Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan.

c. Kesehatan perumahan adalah kondisi fisik, kimia, dan biologi di dalam rumah, di lingkungan rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal.

d. Sarana kesehatan lingkungan adalah fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya.

e. Prasarana kesehatan lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan pemukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

f. Vektor adalah binatang perantara penular penyakit tertentu seperti nyamuk, lalat, kecoa, tikus, pinjal, kutu, dan sebagainya.

g. Tempat perindukan atau sarang adalah tempet-tempat yang disukai atau cocok untuk berkembang biak vektor penyakit.

h. Radiasi adalah pancaran energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dan partikel yang tidak dapat dilihat, dirasa, dan tidak berbau kecuali cahaya, yang dibedakan atas sifatnya yaitu radiasi pengion (dapat mengionisasi atom dan memutuskan keseimbangan atom-atom dalam molekul sel tubuh) dan radiasi tak pengion (tidak dapat mengionisasi dan memutuskan keseimbangan atom-atom sel tubuh).

i. Radiasi alam adalah radiasi yang berasal dari alam antara lain sinar kosmik dari luar angkasa, sinar matahari (sinar ultraviolet, cahaya tampak, dan sinar merah), radiasi dari kerak bumi seperti daerah tambang timah, batu bara, emas, tembaga, dan lain-lain.

j. Radiasi buatan adalah radiasi yang terbuat dari hasil elektrologi yang direkayasa untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti sinar X untuk foto rontgen, radiasi untuk terapi diagnosa penyakit di rumah sakit, radiasi medan magnet, medan listrik dan kerapatan daya dari telepon seluler, televisi, radar, pemancar, alat pemanas mikrowave dan komputer.

k. Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, atau komponen lain ke dalam udara oleh kegiatan manusia sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

l. Pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan atau upaya penaggulangan pencemaran udara serta pemulihan kualitas udara.

m. Udara ambien adalah udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang dibutuhkan dan mempengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya.

n. Gerakan peduli udara bersih adalah gerakan masyarakat untuk mewujudkan kepedulian masyarakat terhadap udara bersih.

1. Rumah Sehat

Bangunan yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan sarana pembinaan keluarga serta memenuhi syarat kesehatan.

Rumah sehat secara sederhana adalah rumah yang memiliki ruangan terpisah untuk keperluan hidup sehari-hari dengan ukuran yang memadai, antara lain :
kamar tidur
ruang makan / keluarga
dapur
kamar mandi
jamban / WC
tempat cuci pakaian

syarat rumah sehat :
bahan bangunan tidak terbuat dari bahan yang berbahaya bagi kesehatan.
Lantai sebaiknya yang kedap air, dinding kuat dan tidak lembab serta berwarna cerah.
Memiliki ruang-ruangan yang tertentu.
Pencahayaan alam atau buatan harus cukup.
Suhu antara 18o – 30o C.
Memiliki ventilasi.

2. Kesehatan Lingkungan Perumahan

lingkungan perumahan yang memiliki persyaratan kesehatan, antara lain :
lokasi tidak terletak pada daerah rawan bencana.
Udara jauh dari pencemaran.
Kualitas air tanah dan air minum harus baik dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Kualitas tanah lokasi perumahan harus baik dan memenuhi persyaratan kesehatan.
Sarana dan prasarana lingkungan harus bagus.
Pengelolaan pembuangan kotoran manusia dan pembuangan sampah tidak mencemari air tanah, tidak berbau, tidak dipakai untuk sarang penyakit, dan lain-lain.
Penghijauan.

3. Rumah Yang Tidak Sehat Dan Akibatnya.

Rumah dengan kondisi berikut :
kotor
ruangan pengap, lembab
asap dapur tidak keluar dari rumah
sampah menumpuk
kamar mandi dan tempat air tidak bersih
lantai kamar mandi berlumut
penggunaan alat elektronik yang tidak tepat

4. Upaya Agar Rumah Menjadi Sehat

yang perlu dilakukan agar rumah menjadi sehat :
membuka jendela kamar setiap pagi dan siang.
Membersihkan rumah dan halaman rumah setiap hari.
Kamar mandi dijaga kebersihannya setiap hari.
Membuang sampah pada tempatnya.
Mendapat penerangan yang cukup.
Dinding diusahakan terang.
Menata rapi barang di rumah.
Melakukan penghijauan pada halaman.
Menguras bak mandi.
Mengubur barang bekas.

5. Manfaat rumah sehat.
untuk tempat beristirahat, tempat tinggal dan kegiatan hidup harian.
Melindungi manusia dari cuaca baik / buruk.
Mencegah penyebaran penyakit menular.
Melindungi penghuninya dari bahaya-bahaya dari luar.
Meningkatkan hubungan sosial diantara penghuninya.

UDARA

Udara ambien harus dijaga kualitasnya dan harus mengandung sejumlah zat yang dibutuhkan oleh makhluk hidup seperti ozon untuk melapisi sinar ultraviolet dan sinar kosmis, gas rumah kaca untuk menghangatkan suhu bumi, oksigen untuk pernapasan, CO2 dan air untuk fotosintesis, serta nitrogen, belerang dan karbon untuk senyawa bio molekul. Disamping itu udara harus bebas radiasi dan tidak mengundang polutan yaitu zat-zat yang berbahaya lagi kelangsungan makhluk hidup.

pencemaran udara menurut tempat.

1. Pencemaran udara outdoor yaitu yang mempengaruhi kualitas udara ambien.

2. Pencemaran udara indoor yaitu yang mempengaruhi kualitas udara ruangan berasal dari aktivitas manusia di dalam rumah, sekolah, kantor, dan sebagainya seperti asap dapur, asap rokok, pemakaian obat nyamuk, cat kayu dan cat tembok, bahan / material bangunan. Dampak pencemaran udara di dalam ruangan lebih berbahaya karena adanya pengaruh suhu, kelembaban, pencahayaan dan erat kaitannya dengan pertumbuhan bakteri mycrobacterium, tubercolosis, streptococcus, pneunomia, dan sebagainya.

RADIASI

Radiasi merupakan faktor resiko karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, oleh karena itu di dalam rumah harus diupayakan pengendalian agar pejanan yang diterima seminimal mungkin.

a. Sumber Radiasi Di Dalam Rumah

- radiasi medan listrik

- radiasi cahaya tampak

- radiasi gelombang mikro

- radiasi gas rodon dan thoron

b. Dampak Radiasi

Dapat menyebabkan rasa letih, hilang nafsu makan, mual, muntah, ranbut rontok, kemandulan, kematian sel-sel tubuh, gangguan sistem darah, sistem reproduksi, sistem syaraf, sistem endokrim, sistem kardiovaskuler dan dampak psikologis/ rasa takut.

c. Cara Pengendalian Dampak Radiasi
radiasi medan listrik, medan magnet dan kerapatan daya dari pesawat televisi
Menonton tv sebaiknya pada jarak terhadap layar minimal 4x diagonal atau menjaga jarak terhadap layar minimal 2 meter.
Berada di depan layar televisi tidak melebihi 4 jam secara terus menerus.
Tidak berada pada belakang tabung monitor komputer kurang dari 1 meter.
radiasi medan listrik, medan magnet dan daya kerapatan dari komputer
Menggunakan komputer tidak melebihi dari 4 jam per hari (sebaiknya diselingi istirahat setap 1 jam.
Menggunakan alat pelindung pada layar komputer.
radiasi gelombang mikro dari oven mikrowave (alat pengering/ pemanas )
Tidak berada di dekat oven mikrowave dalam keadaan hidup kurang dari 20 cm.
Tidak membuka mikrowave pada saat hidup/ berfungsi.
radiasi cahaya tampak, ultraviolet dan infra merah dari matahari
Dilarang berjemur pada siang hari (setelah jam 11.00)
Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung dan cream yang mengandung tabir surya.
radiasi cahaya tampak pada peralatan las listrik/ karbit
Menggunakan pelindung mata/ kaca mata las untuk pekerja las.
Bekerja tidak terus menerus atau non-stop.
radiasi gelombang mikro (kerapatan daya) dari telepon seluler
Menggunakan hear-set sewaktu menggunakan telepon seluler.
Jangan digunakan saat sinyal rendah.
Pengguna telepon seluler dibatasi bagi anak-anak dan remaja.
Membawa dan menyimpan telepon seluler sebaiknya jauh dari organ reproduksi seperti saku samping dan saku depan.
Pengguna telepon seluler sebaiknya dibatasi.
radiasi gas rodon dan thoron dari tanah, air, bahan bangunan dan gas elpiji
Peredaran udara di dalam rumah harus lancar, ventilasi memenuhi syarat kesehatan dan jendela dibuka setiap hari.
Menggunakan kipas angin/ fan/ exhausfan.

VEKTOR

Keberadaan vektor di dalam dam di luar rumah perlu diawasi karena serangga/ binatang pengerat seperti tikus mempunyai peran penting di dalam penularan berbagai jenis penyakit.

Adapun jenis vektor dan penyakit ditularkan adalah sebagai berikut :

a. Nyamuk :

- aedes aegypty > demam berdarah

- culex quinques > filaria

b. lalat : musca domestica > dysentri, diare, typhoid (lalat rumah)

c. kecoa : blatella germanica > dysentri, diare, typhoid, cholera (kecoa jerman)

d. tikus : rattus-rattus diardi > pes, murine typhus (tikus rumah).
sumber:http://sakabaktihusada-hss.co.cc/sejarah-kepramukaan/krida-sbh/1-krida-bina-lingkungan-sehat/1-skk-penyehatan-perumahan/



Tahukah kamu seberapa sering kita membersihkan lingkungan rumah..? yang pasti sering tidaknya rumah di bersihkan kan itu merupakan aktivitas masing-masing perongan, jadi sering atau tidaknya kebersihan lingkungan rumah di jaga kan tergantung seberapa kotor rumah kita. Oleh karenanya biasa orang sering melihat rumah orang lain yang jarang di bersihkan tapi kan bukan berarti rumah tersebut kotor.

jadi semua itu tergantun apa yang kita lakukan di dalam rumah kita. Bayangkan jika tidak membersihkan rumah kita bisa-bisa virus ada dimana-mana tuh. Jadi hendaknya kita tidak lupa dengan isatana kita, agar tetap menjadi isatana, jangan keenakan nge blog ntar lupa bersih-bersih entah rumah atau kamar. hehe…gawat kalau kebiasaan ” Dapat menyebabkan ganggguan kemalasan dan kesehatan !!!”. Jangan hanya kesehatan komputer kamu atau blog kamu, tapi kesehatan kamu juga perlu dijaga. Nanti kalau kamu sakit gak bisa membersihkan virus komputer, membersihkan spam, wah bisa tambah gawat. Jadi mari kita selalu menjaga kebersihan Lingkungan rumah kita selalu..!!

Jadi sebaiknya jika kita benar-benar memiliki banyak aktivitas dan gak sempat untuk membersihkan lingkungan rumah. Setidaknya anda sempatkan membersihkan lingkungan rumah seminggu sekali. Atau sebelum tidur. Biar gak kotor-kotor amat kan gak enak istana jadi gubuk. ” Cara ini hanya berlaku rumah tidak berpembantu.!!!” klo ada pembantu ya gak apa-apa juga sih kita coba bersih-bersih rumah kita. Kan kasihan ijahnya? “yang lamanya juga gak papa”dalam hati, sorry yang namanya ijah. Enak kok bersih-bersih itu, soalnya bagian dari olah raga.

Aku sekeluarga tadi pagi sekitar jam 8 pagi habis membersihkan setelah makan pagi tentunya. Walau setiap hari kubersihkan, tapi aja yang namanya kotoran selalu ada. karena anakku akivitasnya macam-macam, biasa anak kecil. Jadi ku usahakan setiap minggu anakku ku ajak ikut bersih-bersih, ya belajar bersihsejak dini kan lebih baik. Bagi anda yang lupa bersih-bersih, segeralah bersihkan rumah anda. Karena “Kebersihan sebagian dari Iman”.
sumber:http://www.kuebasah.com/kebersihan-lingkungan-rumah-perlu-di-jaga.html



BAGAIMANA kita sebagai individu dapat berperan aktif dalam melestarikan sumber daya alam? Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mengelola kelestarian sumber daya alam bahkan di lingkungan terkecil kita sendiri, sehingga sumber daya alam di lingkungan kita dapat kita kelola, kita perbaharui dan upayakan kelestariannya.

Lalu apa yang dapat kita lakukan secara aktif dalam pelestarian sumber daya alam ini? Tindakan sederhana apa yang dapat dilakukan sehingga dapat memelihara dan memanfaatkan potensi sumberdaya alam sebesar-besarnya dan semaksimal mungkin namun tetap optimal sehingga memberikan manfaat dan kesejahteraan yang sebesar-besarnya bagi masyarakat generasi sekarang tanpa melupakan potensi dan peluang manusia generasi yang akan datang dalam memanfaatkan sumberdaya alam tersebut?

Sumber daya alam di lingkungan rumah kita yang dapat kita perbaharui dan kita jaga adalah air, tanah, tumbuhan dan hewan. Pelestarian sumberdaya alam adalah tindakan memelihara dan memanfaatkan potensi sumberdaya, termasuk dari pencemaran di lingkungan kita. Tindakan memelihara dan mengelola ini harus dimulai dari kumpulan terkecil masyarakat, bahkan dari setiap individu, yaitu anggota keluarga.

Pengelolaan Air

Air adalah sumber kehidupan. Kerusakan hutan adalah salah satu penyebab banjir di waktu hujan, dan keringnya sumber air di musim kemarau. Perubahan rawa dan danau yang berfungsi sebagai penampung air telah berubah menjadi pemukiman adalah sebab yang lainnya pula. Namun tidak hanya masalah besar yang itu saja, daya resapan air di terutama di pemukiman amat sangat berkurang karena pekarangan atau halaman rumah-rumah penduduk tidak dikondisikan untuk dapat menyerap kelebihan air dengan baik.

Air hujan yang jatuh ke halaman rumah paling tidak 85 persen harus bisa diserap oleh tanah di halaman tersebut agar tidak berpotensi untuk menjadi penyebab banjir. Secara alami tanah di pekarangan halaman rumah dapat menyerap curahan air hujan yang jatuh baik dari air hujan langsung maupun dari atap rumah yang terkumpul dan mengalir melalui talang air. Namun banyak kondisi yang tidak memungkinkan pengembalian air hujan ke dalam tanah karena kondisi pekarangan yang tidak memungkinkan dan juga karena daya resap tanah itu sendiri yang telah berkurang.

Masyarakat di pemukiman baik kota dan di desa dapat berperan aktif dalam menjaga luapan banjir dan juga menjaga ketersediaan air tanah dengan membuat tanah mampu menyerap air dan juga membuat tempat-tempat resapan air di sekitar rumah. Pekarangan jangan dihabiskan untuk untuk bangunan atau ditutup dengan semen. Masyarakat bisa memodifikasi lansekap dengan membuat sejumlah parit kecil dan cekungan dangkal di pekarangan rumah. Cekungan dangkal, parit atau kolam dapat airnya dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan dan juga membantu pemeliharaan tanaman dan pepohonan.

Selain pembuatan cekungan atau parit, pembuatan sumur resapan dan biopori di tiap rumah akan mengurangi sumbangan bencana banjir dengan mengurangi limpahan air dengan menyerapnya ke dalam tanah. Minimnya lahan di perkotaan karena habis untuk bangunan rumah menyebabkan kurangnya tempat-tempat resapan air. Alternatif untuk pembuatan sumur resapan air karena terbatasnya lahan halaman rumah untuk pembuatan sumur resapan air dapat dilakukan secara kolektif untuk setiap beberapa rumah di lahan yang masih kosong di pemukiman tersebut.

Dalam hal pemeliharaan dan pengelolaan air, kuncinya ada pada kesadaran masyarakat. Kalau masyarakat sadar, lingkungan terjaga dan air yang bersih akan selalu dapat diperoleh. Pendidikan sejak dini di lingkungan sekolah perlu terus ditanamkan kepada anak-anak. Di masyarakat sendiri perlu adanya inisiatif dari pemuka masyarakat untuk memelopori kesadaran dari setiap warga untuk pemeliharaan air tanah di pekarangannya masing-masing.

Penghijauan Pekarangan Rumah

Salah satu pelestarian sumber daya alam adalah melestarikan hutan kita. Hutan tidak hanya hutan di pedalaman, namun pemukiman penduduk dari kampung sampai dengan kota besar pun memiliki hutan untuk konservasi alam yaitu hutan kota (urban forest). Hutan kota dimana hutan tersebut adalah ruang terbuka yang ditumbuhi vegetasi berkayu di wilayah pemukiman dapat memberikan manfaat lingkungan sebesar-besarnya kepada penduduk sebagai proteksi dan reservasi terhadap sumber daya air, sumber udara segar, keindahan tata ruang pemukiman dan estetika serta rekreasi khusus lainnya.

Memelihara hutan kota tidak terbatas hanya pada pepohonan lahan hutan, sekumpulan pepohonan di taman kota, tapi juga pada pohon-pohon individu. Turut serta melestarikan hutan, dapat dimulai dengan mencintai lingkungan di sekitar kita yaitu pada tetumbuhan dan pepohonan di pekarangan rumah. Pekarangan rumah walaupun sempit dapat dimanfaatkan untuk menanam tumbuhan yang bermanfaat dalam pot. Sempalan lahan dekat parit dapat rumah dapat ditanami pohon. Memulai dari rumah sendiri dengan satu dua pohon adalah berarti banyak untuk kemudian dapat menuju cakupan yang lebih luas.

Pemilihan jenis tanaman untuk penghijauan di pekarangan rumah hendaknya dipilih agar dapat tumbuh dan dirawat dengan baik. Pemilihan jenis tanaman hendaknya dipertimbangkan dari segi persyaratan hortikultura (ekologikal) dan persyaratan fisik. Syarat hortikultural yaitu respon dan toleransi terhadap temperatur, kebutuhan air, kebutuhan dan toleransi terhadap cahaya matahari, kebutuhan lahan dan jenis tanah, ketahanan hama dan penyakit. Syarat-syarat fisik yaitu tujuan penghijauan, persyaratan budi daya, bentuk tajuk, warna, dan aroma untuk kepentingan estetika dan perawatan misalnya pemangkasan. Mengenali jenis dan sifat pohon dipentingkan karena apabila kita mengenali pohon tersebut maka kita akan tahu pula cara merawat dan menjaganya sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal pada lingkungan sekitar.

Memelihara pohon dapat dilakukan oleh seluruh anggota keluarga secara aktif. Ayah memelihara tanaman dengan memangkas batang-batang yang menjuntai dan mengganggu, ibu membantu memberikan pupuk, dan anak-anak membantu menyiram tanaman. Keharmonisan dan komunikasi antar anggota keluarga dapat terjalin dengan baik, anak-anak dapat mewarisi pengetahuan dan belajar mencintai lingkungan dengan memelihara dan mencintai tanaman.

Tidak hanya pohon berkayu keras atau peneduh yang dapat ditanam di pekarangan. Tanaman hias, tanaman obat, tanaman bumbu dan tanaman buah dapat pula dipelihara untuk membantu penghijauan. Sebagai penyaring debu untuk kesehatan, pemasok udara segar dan keindahan (estetika), maka tanaman pun bermanfaat secara ekonomis pula bagi keluarga. Tak hanya ditanam di lahan pekarangan rumah , tanaman pun dapat ditanam secara vertical (vertical garden), atau di atap rumah (roof garden). Apabila setiap rumah secara aktif melakukan penghijauan, tentu saja secara luas dampaknya akan terasa sebagai upaya untuk pelestarian lingkungan dan pengurangan pemanasan global.

Pencegahan Pencemaran Lingkungan

Sebetulnya lingkungan hidup di sekitar kita dapat secara alami membersihkan dirinya dari polutan atau pencemaran. Namun pencemaran di lingkungan hidup di sekitar kita termasuk pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah dapat makin tinggi karena adanya polutan dalam jumlah yang berlebihan yang dapat menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan pembersihan sendiri . Untuk mencegah hal tersebut, polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi secara dini dan ditangani segera oleh setiap individu agar tidak memberikan dampak yang lebih luas dan lebih parah terhadap lingkungan.

Sumber polusi pada air yang sangat besar terdapat dari sampah dan limbah. Dalam hal ini sampah domestik (rumah tangga) memberikan pula konstribusi yang besar bagi pencemaran. Polusi air terjadi karena kurangnya rasa disiplin masyarakat, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah sembarangan. Dampak sampah selain polusi sampah juga mengakibatkan tersumbatnya saluran-saluran air sehingga mengakibatkan banjir di musim hujan.

Tidak hanya dibuang, sudah saatnya kita memikirkan pemilahan dan pengelolaan sampah. Dari sejak awal akan dibuang dari rumah, sampah hendaknya sudah dipilah. Mana sampah organik mana dan mana sampah anorganik. Selain itu pemilahan sampah akan memudahkan pemerintah kota dalam pengelolaan sampah sehingga dapat didaur ulang atau dimanfaatkan untuk hal lainnya. Sampah rumah tangga pun dapat dipilah mana yang dapat dijadikan kompos atau pupuk cair, sehingga dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman yang bermanfaat pada penghijauan. Hal ini sangat disayangkan karena ini belum disadari oleh kebanyakan masyarakat kita.

Oleh karena itu mari kita sebagai anggota masyarakat, melakukan upaya pelestarian sumber daya alam dan menjaga lingkungan kita dengan satu langkah kecil yang kita mulai di diri kita sendiri sebagai individu dan anggota keluarga. Di rumah kita dapat turut serta secara aktif menjaga sumber daya alam kita dan kita dapat mewariskan lingkungan kehidupan yang baik kepada anak cucu kita nanti. Mira Marsellia (Cijerah, Bandung)
sumber:http://digilib-ampl.net/detail/detail.php?row=0&tp=artikel&ktg=lingkungan&kd_link=&kode=2404



Syarat lingkungan perumahan sehat.

Memenuhi segi penyehatan lingkungan. Artinya komponen komponen lingkungan perumahan yang mempengaruhi kesehatan masyarakat hendaknya dilengkapi sesuai dengan kebutuhan, seperti :

* Penyedian prasarana lingkungan yang memadai, sehingga memenuhi kebutuhan masyarakat
* Penyediaan fasilitas lingkungan sesuai dengan banyaknya masyarakat yang dilayani.
* Pengamanan lingkungan perumahan terhadap pencemaran seperti pemeliharaan sumber sumber air bersih, pembuangan sampah dan air limbah yang tidak mengganggu dan lain lain.


b. Memenuhi segi ketertiban.
Lingkungan perumahan yang tertib dibangun dengan mematuhi peraturan dan petunjuk petunjuk yang berlaku disuatu daerah, lingkungan perumahan akan terhindar dari kenungkinan bencana ( runtuh, kebakaran dsb)

c. Memperhatikan keserasian lingkungan
Melestarikan pohon pelindung dan tanaman, disamping untuk penyegaran udara dan memberikan pemandangan indah, juga bermanfaat untuk menguatkan tanah dan penyimpanan air tanah

* - Memberi penerangan alami dan buatan yang mencukupi.
* - Mengatur tata letak perumahan sehingga cukup serasi.
sumber:http://abahjack.com/rmah-sehat-dalam-lingkungan-yang-sehat.html#more-13

Tidak ada komentar: